Narkoba Pembunuh Anak Bangsa

Narkoba menjadi fenomena gunung es yang tidak ada hentinya mengalir. Peredaran dan pemakaian narkoba melonjak seiring penemuan kasus. Fakta peningkatan tersebut dapat dilihat dari data Badan Narkotika Nasional (BNN) yang dilansir Kompas

Pemakaian narkoba pada tahun 2008 telah mencapai 3,6 juta jiwa, meningkat tahun 2011 menjadi 3,8 juta jiwa. Sementara jumlah kasus narkoba meningkat dari tahun 23.531 kasus pada tahun 2010 menjadi 26.500 kasus di tahun 2011 .

Masih dari data yang sama, peredaran ekstasi dan sabu juga terus melonjak. Peredaran ekstasi naik 110 persen dari 371.197 tablet pada 2010 menjadi 780.885 tablet pada 2011, sedangkan sabu naik dari 283 kg pada 2010 menjadi 433 pada 2011.

Begitu juga dengan data Komisi Nasional Perlindungan Anak, mencatat pasien ketergantungan narkoba di rumah sakit spesialis, yang mengalami kenaikan dari 2.090 jiwa pada 2009 menjadi 8.017 pada 2011.

Angka peningkatan yang fantastis dan menjadi ancaman bagi keberlangsungan kehidupan anak bangsa. Mengingat pengguna narkoba sebagian besar adalah anak muda yang masih berusia produkltif.

Inilah titik-titik rawan yang perlu mendapat perhatian dari semua komponen bangsa. Mulai dari aparatus pemerintah sampai peran aktif masyarakat.

Narkoba penjadi biang pembunuh ribuan jiwa tunas anak bangsa di Indonesia. Dimana setiap tahunya 15.000 jiwa melayang sia-sia (Kompas: 25/1/2011). Kasus kecelakaan yang terjadi di depan Kementrian perdagangan, jalan Ridwan Rais, minggu 22 januari 2011 dengan jumlah korban 9 meninggal dan 3 luka parah.

Kasus ini merupakan satu fakta yang menggelakan urat nadi. Bahwa bahaya narkoba tidak hanya pada penggunanya saja, tetapi juga orang lain yang tidak tahu menahu.

Hal ini tentu tidak bisa dibiarkan berlalu begiru saja, atau  dilakukan secara reaktif. Perlu tindakan penanggulangan dari semua komponen bangsa yang berkesinambungan.

Upaya Penanggulangan

Upaya komunikasi perubahan perilaku dan pembinaan masyarakat dari pihak terkait. Hal ini dapat dilakukan dari upaya Primary Prevention, sebagai penanggulangan tingkat pertama. Penaggulangan tingkat kedua (Secondary prevention) dan penanggulangan tingkat ketiga (tertiary prevention).

Penanggulangan tingkat pertama (Primary Prevention) adalah jalan dengan memberikan pendidikan moral dan keagamaan. Peningkatan mutu pendidikan bagi masyarakat terkait efek bahaya narkoba.

Tahap ini menjadi hal mendasar yang harus dimulai sejak dini, melaui pendidikan di keluarga sampai pada jalur pendidikan formal di jenjang  Sekolah dasar (SD), Menengah Pertama (SMP) dan menengah atas (SMA). Mengingat urgensi peranan lembaga pendidikan sebagai pilar mencerdaskan anak bangsa.

Kedua Secondary Prevention, yakni pencegahan tahab kedua melalui pengobatan pada pengguna narkoba, dan pemberian sangsi hukum bagi pelaku pengedar atau pengguna secara proporsional dengan regulasi sistem dari pemerintah.

Pada tahab ini, mengupayakan menggandeng Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan pihak kesehatan sangat diperlukan. Mengingat pengguna narkoba juga bagian dari manusia yang mungkin menjadi korban dari biang mematikan ini. Sehingga usia harapan hidup dan produktifitas sebagai anak bangsa dapat terselematkan.

Tahap selanjutnya tertiary prevention yang meliputi pencegahan rehabilitasi bagi pecandu, melalui terapi kesehatan dan penggantian sementara bahan adiktif secara bertahab. Dan terakhir adalah pemutusan mata rantai perluasan jaringan pengedar dan narkoba.

Beberapa langkah dalam upaya pemberantas narkoba tentu tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah saja. Tetapi perlu adanya dukungan dari semua lapisan masyarakat sebagai social support dan pemerintah. Dalam hal ini BNN dan Polri menjadi garda terdepan panglima perang berantas pembunuh anak anak bangsa bernama narkoba. (*)

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s