TUGAS SOFTSkIL

BAB 4

Analisis incremental

Incremental model adalah model pengembangan sistem pada software engineering berdasarkan requirement software yang dipecah menjadi beberapa fungsi atau bagian sehingga model pengembangannya secara bertahap. dilain pihak ada mengartikan model incremental sebagai  perbaikan dari model waterfall dan sebagai standar pendekatan topdown. Layaknya Model Waterfall, model ini pun juga memiliki tahapan tahapan untuk perancangan perangkat lunaknya, yaitu:


  1. Requirement , Requirment adalah proses tahapan awal yang dilakukan pada incremental model adalah penentuan kebutuhan atau analisis kebutuhan.
  2. Specification, Specification adalah proses spesifikasi dimana menggunakan analisis kebutuhan sebagai acuannya.
  3. Architecture Design, adalah tahap selanjutnya, perancangan software yang terbuka agar dapat diterapkan sistem pembangunan per-bagian pada tahapan selanjutnya.
  4. Code setelah melakukan proses desain selanjutnya ada pengkodean.
  5. Test merupakan tahap pengujian dalam model ini.

 

 

gambar 1.2 desain pemodelan Incremental

Tahapan-tahapan tersebut dilakukan secara berurutan. Setiap bagian yang sudah selesai dilakukan testing, dikirim ke pemakai untuk langsung dapat digunakan. Pada incremental model, tiga tahapan awal harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum sebelum tahap membangun tiap increment. Untuk mengantisipasi kondisi yang terjadi pada incremental model, diperkenalkan model More Risky Incremental Model. Model ini menerapkan sistem kerja yang paralel. Setelah daftar kebutuhan didapatkan dari pemakai, tim spesifikasi membuat spesifikasi untuk modul pertama. Setelah spesifikasi pertama selesai, tim desain menindak lanjuti. Tim spesifikasi sebelumnya juga langsung membuat spesifikasi untuk model kedua Merupakan model dengan manajemen yang sederhana

  1. Pengguna tidak perlu menunggu sampai seluruh sistem dikirim untuk mengambil keuntungan dari sistem tersebut. Increment yang pertama sudah memenuhi persyaratan mereka yang paling kritis, sehingga perangkat lunak dapat segera digunakan.
  2. Resiko untuk kegagalan proyek secara keseluruhan lebih rendah. Walaupun masalah masih dapat ditemukan pada beberapa increment. Karena layanan dengan prioritas tertinggi diserahkan pertama dan increment berikutnya diintegrasikan dengannya, sangatlah penting bahwa layanan sistem yang paling penting mengalami pengujian yang ketat. Ini berarti bahwa pengguna akan memiliki kemungkinan kecil untuk memenuhi kegagalan perangkat lunak pada increment sistem yang paling bawah.
  3. Nilai penggunaan dapat ditentukan pada setiap increment sehingga fungsionalitas sistem disediakan lebih awal.
  4. Memiliki risiko lebih rendah terhadap keseluruhan pengembagan sistem,
  5. Prioritas tertinggi pada pelayanan sistem adalah yang paling diuji

Kelemahannya adalah :

  1. kemungkinan tiap bagian tidak dapat diintegrasikan
  2. Dapat menjadi build and Fix Model, karena kemampuannya untuk selalu mendapat perubahan selama proses rekayasa berlangsung
  3. Harus Open Architecture
  4. Mungkin terjadi kesulitan untuk memetakan kebutuhan pengguna ke dalam rencana spesifikasi masing-masing hasil increment.

 

  Rumus

Probabilitas (P) bahwa akan ada permintaan barang ke-n sama dengan probabilitas bahwa permintaan barang akan sama atau lebih besar dari n.  Ini berarti tidak akan ada permintaan untuk barang ke-n apabila permintaan barang lebih kecil dari n, sehingga jumlah dari kedua nilai probabilitas ialah satu.

P(D ≥ n) + P(D < n) = 1

Apabila menyediakan barang ke-n dan ada permintaan untuk barang tersebut, kemungkinan akan mengalami kerugian 0 (nol).  Namun, apabila menyediakan barang ke-n dan tidak ada permintaan, maka akan mengalami kerugian karena penyediaan berlebih (over stocking) sebesar :

Lo. EL (Q > n) = Lo . P(D < n)

Apabila tidak menyediakan barang ke-n tetapi ada permintaan untuk barang tersebut, kemungkinan akan mengalami kerugian akibat penyediaan kurang sebesar Lu. Sebaliknya, apabila tidak menyediakan barang ke-n dan tidak ada permintaan untuk barang tersebut, tidak akan mengalami kerugian.  Harapan kerugian karena tidak menyediakan barang ke-n sebesar penyediaan berlebih dikalikan  probabilitas.

EL (Q < n) = Lo . P(D ≥ n)

Syarat yang diperlukan untuk menyediakan barang ke-n ialah apabila harapan menyediakan akan sama atau lebih kecil dari harapan kerugian tidak menyediakan.  Dengan kata lain, dapat dituliskan hubungan berikut:

Lo . P(D < n) ≤ Lu . P(D ≥ n)

Jumlah probabilitas dari kedua kejadian tersebut sama dengan satu, yaitu 

P(D ≥ n) + P(D < n) = 1. Karena P(D ≥ n) = 1 –  P(D < n), maka dapat ditulis

Lo . P(D < n) ≤ Lu . P(D ≥ n)

Lo . P(D < n) ≤ Lu . [1 –  P(D < n)]

 Lo  . P(D < n) ≤ Lu – Lu . P(D < n)

Jika ditambahkan Lu . P(D < n) di kedua belah pihak

Lo . P(D < n) + Lu . P(D < n)  ≤ Lu – Lu . P(D < n) + Lu . P(D < n) Lo . P(D < n) + Lu . P(D

< n)  ≤ Lu P(D < n) . [Lo + Lu]  ≤ Lu

Dengan membagi kedua belah pihak dengan Lo + Lu , diperoleh

P (D < n ) ≤

Hubungan di atas menunjukkan bahwa untuk penyediaan barang ke-n,

probabilitas kumulatif barang kurang atau lebih kecil dari n akan sama atau lebih

kecil dari rasio kerugian karena penyediaan berlebih (Lo) dengan jumlah kerugian

karena penyediaan berlebih dan berkurang (Lo + Lu).

 

c.       Contoh kasus dan Jawabannya

Analisis Incremental Cost dalam Pengambilan Keputusan untuk Menerima atau Menolak Pesanan Khusus

PT. Monetta memproduksi ikat pinggang dalam pabrik yang berkapasitas 1500 satuan pertahun . Untuk tahun anggaran 2012 perusahaan merencanakan akan memproduksi dan menjual produk tersebut sebanyak 1000 satuan dengan harga jual sebesar Rp.5000 persatuan. Anggaran biaya untuk tahun tsb sbb:

 

 

 

Persatuan                                             Total

Biaya Variabel:

By. Produksi variabel                     Rp.800                                   Rp.800.000

By. Komersial variabel                         300                                         300.000

Biaya Tetap:

By.Produksi tetap                                 700                                          700.000

By. Komersial tetap                              600                                          600.000

                                                        Rp.2400                                 Rp2.400.000   

 

Misal perusahaan menerima pesanan khusus sebanyak 350 satuan produk tersebut dari perusahaan lain. Harga yang diminta oleh pemesan Rp.2000 perpesanan.

Pendapatan diferensial :                 350 satuan x Rp.2000             Rp.700.000

Biaya diferensial:

By. Produksi Variabel                               Rp.280.000

By. Komersial Variabel                             Rp.105.000

                                                                   Rp.385.000

Laba Diferensial                                       Rp. 315.000     

          

 


 

Benefit cost ratio

PENGERTIAN

Analisismanfat biaya merupakan analisis yg di gunakan untuk mengetahui besarankeuntungan/kerugian serta kelayakan suatu proyek. Dalam perhitungannya, analisis inimemperhitungkan biaya serta manfaat yang akan diperoleh dari pelaksanaan suatu program.Dalam analisis Benefit dan cost perhitungan manfaat serta biaya ini merupakan satu kesatuanyang tidak dapat dipisahkan.Analisis ini mempunyai banyak bidang penerapan. Salah satu bidang penerapan yang umummenggunakan rasio ini adalah dalam bidang investasi. Sesuai dengan dengan maknatekstualnya yaitu benefit cost (manfaat-biaya) maka analisis ini mempunyai penekanan dalamperhitungan tingkat keuntungan/kerugian suatu program atau suatu rencana denganmempertimbangkan biaya yang akan dikeluarkan serta manfaat yang akan dicapai. Penerapananalisis ini banyak digunakan oleh para investor dalam upaya mengembangkan bisnisnya.Terkait dengan hal ini maka analisis manfaat dan biaya dalam pengembangan investasi hanyadidasarkan pada rasio tingkat keuntungan dan biaya yang akan dikeluarkan atau dalam kata lainpenekanan yang digunakan adalah pada rasio finansial atau keuangan.Dibandingkan penerapannya dalam bidang investasi, penerapan Benefit Cost Ratio

(BCR) telahbanyak mengalami perkembangan. Salah satu perkembangan analisis BCR antara lain yaitupenerapannya dalam bidang pengembangan ekonomi daerah. Dalam bidang pengembanganekonomi daerah, analisis ini umum digunakan pemerintah daerah untuk menentukan kelayakanpengembangan suatu proyek.Relatif berbeda dengan penerapan BCR di bidang investasi, penerapan BCR dalam prosespemilihan suatu proyek terkait upaya pengembangan ekonomi daerah relatif lebih sulit. Hal inidikarenakan aplikasi BCR dalam sektor publik harus mempertimbangkan beberapa aspek terkait social benefit(social welfare function)dan lingkungan serta tak kalah penting adalah faktorefisiensi. Faktor efisiensi mutlak menjadi perhatian menimbang terbatasnya dana dankemampuan pemerintah daerah sendiri.Secara terinci aspek-aspek tersebut juga mempertimbangkan dampak penerapan suatu programdalam masyarakat baik secara langsung (direct impact)maupun tidak langsung (indirect impact)

,

 

Contoh alternatif tunggal :

Sebuah perusahaan sedang mempertimbangkan untuk membeli peralatan baru seharga Rp.35.000.000. Dengan peralatan baru itu bisa dilakukan penghematan sebesar Rp.500.000 per tahun selama 5 tahun. Pada akhir tahun ke 5 peralatan itu memiliki nilai jual sebesar 40.000.000. apabila tingkat pengembalian 9% per tahun. Apakah pembelian peralatan baru tersebut menguntungkan?

Penyelesaian :

Dengan menggunakan pendekatan present worth maka semua biaya dan benefit ditarik ke present

  

B/C=  (500.000 (P/A,9%,5)+40.000.000 (P/F,9 %,5))/35.000.000

 

B/C=  (500.000 (3,88966)+40.000.000 (0,64993))/35.000.000

 

B/C= 0,79 

 

karena kurang dari 1 maka investasi pembelian peralatan baru tidak layak atau tidak menguntungkan.

 

 

Alternatif Majemuk

Analisis Benefit Cost Ratio banyak  merupakan alternatif yang jumlahnya lebih dari satu. Untuk menghitung analisis alternatif banyak maka harus dilakukan secara inkremental seperti pada rate of return. Kriteria pengembalian keputusan berdasarkan nilai B/C yang diperoleh. Jika dari 2 alternatif  yang dibandingkan diperoleh nilai B/C ≥1 , maka alternatif dengan biaya yang lebih besarlah yang dipilih. Namun jika dari dua alternatif yang dibandingkan diperoleh nilai B/C<1, maka alternatif dengan biaya yang lebih kecil yang dipilih

 

Contoh :

Sebuah perusahaan akan membeli sebuah mesin untuk  meningkatkan pendapatannya. Dual alternatif mesin dengan usia pakai masing-masing sama yaitu 10 tahun ditawarkan kepada perusahaan :

Mesin

Harga beli

Keuntungan  per tahun

Nilai sisa di akhir usia pakai (Rp)

X

3.000.000

700.000

1.000.000

Y

3.500.000

800.000

1.500.000

 

Dengan MARR 15% per tahun, tentukan mesin yang harus dibeli

Penyelesaian :
urutan alternatif : Do Nothing (DN), Mesin X, Mesin Y

 

membandingkan DN dengan mesin X

Tahun

DN (1)

Mesin X (2)

Inkremental

(3)=(2) – (1)

0

0

-3.000.000

-3.000.000

1-9

0

    700.000

    700.000

10

0

1.700.000

1.700.000

 

 B/C=  (700.000 (P/A,15%,10)+1.000.000 (P/F,15%,10))/3.000.000

 

B/C=  (700.000 (5,01877)+1.000.000 (0,24718))/3.000.000

 

B/C= 1,25  , Nilai B/C ≥ 1, pembelian X layak dilakukan

 

Membandingkan mesin X dan mesin Y :

Tahun

Mesin X (1)

Mesin Y (2)

Inkremental

(3)=(2) – (1)

0

-3.000.000

-3.500.000

    500.000

1-9

    700.000

800.000

    100.000

10

1.700.000

2.300.000

600.000

 

*1,7 juta dan 2,3 juta merupakan penjumlahan annual benefit dengan salvage value

 

 B/C=  (100.000 (P/A,15%,10)+500.000 (P/F,15%,10))/500.000

 

B/C=  (100.000 (5,01877)+500.000 (0,24718))/500.000

 

B/C= 1,24  , 

  

Nilai B/C ≥ 1, pembelian Y layak dilakukan, namun sebelum itu, untuk kasus dengan banyak alternatif  yang bertipikal mutually exclusive, maka jika 2 alternatif menghasilkan Nilai B/C ≥ 1, maka lihat cost yang paling tinggi. Maka dengan perhitungan B/C dan nilai cost yang tinggi, alternatif jatuh pada alternatif Y.

 

Contoh soal berbeda alternatif, dengan berbeda usia pakai.

Sebuah perusahaan sedang mempertimbangkan untuk mengganti mesin lama dengan mesin baru. Tiga buah alternatif tersedia dengan data sebagai berikut :

 

A

B

C

Investasi awal (Rp.)

6.000.000

12.000.000

15.000.000

Keuntungan/tahun

    700.000

1.000.000

    1.200.000

Usia pakai (tahun)

10

20

20

 

Mesin baru yang akan dibeli direncanakan untuk digunakan selama 20 tahun. Oleh karena usia pakai mesin A hanya 10 tahun, maka pada akhir tahun ke-10, mesin itu dapat digunakan dengan mesin lain dengan konsekuensi ekonomi yang sama. Setiap alternatif tidak memiliki nilai sisa. Tentukan mesin mana yang layak dibeli jika menggunakan MARR 6%  per tahun

 

Penyelesaian

Urutan alternatif : DN,A,B,C

àmembandingkan DN dengan mesin A :

Tahun

DN (1)

Mesin A (2)

Inkremental

(3)=(2) – (1)

0

0

-6.000.000

    -6.000.000

1-9

0

700.000

    700.000

10

0

0

-6.000.000

700.000

-6.000.000

700.000

11-20

0

700.000

700.000

 

B/C=  (700.000 (P/A,6%,20))/(6.000.000+6.000.000(P/F,6%,10))

 

B/C=  (700.000 (11,46992))/(6.000.000+6.000.000(0,55839))

 

B/C=  8.028.944/9.350.340=0,85 Nilai   B/C< 1,pembelian A tidak layak dilakukan. 

 

Sehingga perhitungan B/C yang dibandingkan adalah alternatif DN, dengan B

àmembandingkan DN dengan mesin B :

Tahun

DN (1)

Mesin B (2)

Inkremental

(3)=(2) – (1)

0

0

-12.000.000

    -12.000.000

1-20

0

1.000.000

    1.000.000

 

B/C=  (1.00.000 (P/A,6%,20))/12.000.000

 

B/C=  (1.000.000 (11,46992))/12.000.000

 

B/C=  11.469.920/12.000.000=0,95 Nilai   B/C< 1,pembelian B tidak layak dilakukan. 

 

Dari 2 perhitungan B/C diatas masing-masing menghasilkan nilai yang kurang dari satu, maka apabila hal ini terjadi, lihat alternatif yang memiliki  cost terkecil. Alternatif DN masing unggul, sehingga alternatif perhitungan selanjutnya adalah DN dengan alternatif C.

àmembandingkan DN dengan mesin C :

Tahun

DN (1)

Mesin C (2)

Inkremental

(3)=(2) – (1)

0

0

-15.000.000

    -15.000.000

1-20

0

1.200.000

    1.200.000

 

B/C=  (1.20.000 (P/A,6%,20))/15.000.000

B/C=  (1.200.000 (11,46992))/15.000.000

B/C=  13.763.904/15.000.000=0,91

 

Nilai   B/C< 1,pembelian C tidak layak dilakukan.

Maka kesimpulanya, diantara 3 alternatif A,B,C tidak ada yang layak atau menguntungkan, sehingga, dengan tidak mengambil ketiga alternatif tersebut merupakan jalan yang terbaik (Do Nothing)

Analisa Payback Period

 

a.       Pengertian

Analisis payback period menghitung waktu yang diperlukan arus kas masuk sama dengan arus kas keluar. Analisis ini biasanya digunakan untuk mengukur tingkat resiko alternatif  berkaitan dengan seberapa cepat nilai investasi dapat dikembalikan. Alternatif dengan periode pengembalian yang lebih singkat merupakan pilihan yang lebih menarik. Hasil analisis payback period hanya menyajikan kecepatan pengembalian investasi. Di harapkan seluruh pendapatan sudah dapat memenuhi syarat seluruh pengeluaran dengan tidak memperhitungkan bunga. Sehingga bisa dikatakan bahwa payback period adalah break event project tanpa menghitung bunga. Jika payback period suatu investasi kurang dari payback period yang disyaratkan, maka usulan investasi layak diterima semua. Masalah-masalah dgn payback period:

§  Mengabaikan aliran kas masuk setelah periode cutofff. Contoh: $2000 di tahun 3 untuk proyek A diabaikan. Juga $5000 di tahun 5 untuk proyek B. Walaupun $5.000 diganti dgn $50.000, itu tidak mempengaruhi decision pada metode payback period.

§  Metoda payback tidak mempertimbangkan nilai waktu uang.

 

 

b.      Rumus

Periode “Payback” menunjukkan berapa lama (dalam beberapa tahun) suatu investasi akan bisa kembali. Periode “Payback” menunjukkan perbandingan antara “initial investment” dengan aliran kas tahunan, dengan rumus umu sebagai berikut :

 

Apabila periode payback kurang dari suatu periode yang telah ditentukan proyek tersebut diterima, apabila tidak proyek tersebut ditolak. Jangka waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan nilai investasi melalui penerimaan – penerimaan yang dihasilkan oleh proyek investasi tersebut juga untuk mengukur kecepatan kembalinya dana investasi. Rumus periode pengembalian jika arus kas per tahun jumlahnya berbeda

 

Dimana :

n = Tahun terakhir dimana jumlah arus kas masih belum bisa menutup investasi                   mula-mula

a = Jumlah investasi mula-mula

b = Jumlah kumulatif arus kas pada tahun ke – n

c = Jumlah kumulatif arus kas pada tahun ke n + 1

Semakin lama payback periodnya, semakin jelek siklus keuangan perusahaan tersebut. Payback Period dihitung dengan menambahkan seluruh cash inflow proyek sampai cash in flow-nya positif. konsep yang digunakan:

CF proyek = Net Income + Depresiasi

 

 

 

c.       Contoh Kasus dan Jawabannya

Contoh :

Liverpool Inc. merencanakan untuk membangun fasilitas kebugaran bagi masyarakat umum. Biaya investasi untuk membangun fasilitas ini sebesar Rp 200 M dan fasilitas ini akan memiliki umur ekonomis 4 tahun. Biaya modal proyek ini sebesar 11%. Depresiasi fasilitas ini akan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus tanpa nilai sisa. Informasi mengenai laba bersih (Net Income) dari proyek ini adalah data berikut:

Tahun              1          2          3          4

Net Income     30M     40M     50M     50M

 

berdasarkan data diatas, hitung:

1. Average Accounting Return (AAR)

2. Payback Period

3. Discounted Period

 

Penyelesaian:

ARR = rata-rata NI / rata-rata ASSET

rata-rata NI = (30+40+50+50)/ 4

                  = 42,5 M

 

rata-rata ASSET = (200+0)/ 2

                           = 100 M

 

jadi AAR = 42,5/ 100

                = 0,425

                = 42,5%

 

 

– break event point

a.       Pengertian

Dalam beberapa kondisi ekonomi, biaya dari suatu alternatif mungkin merupakan fungsi dari suatu variabel. Jika dua atau lebih alternatif merupakan fungsi dari suatu variabel yang sama, kemudian ingin ditentukan nilai dari variabel tersebut sedemikian hingga biaya kedua alternatif tersebut sama.  Nilai dari variabel yang diperoleh disebut sebagai titik (break-event point).

Jika biaya dari suatu alternatif merupakan fungsi dari satu variabel yang dapat berupa beberapa nilai tertentu maka adalah bermanfaat untuk menentukan nilai suatu variabel dimana biaya minimal. Nilai variabel yang demikian disebut biaya minimal (minimum, cost point). Beberapa alternatif yang merupakan fungsi dengan variabel yang sama dapa dibandingkan berdasarkan, biaya minimal.

 

b.      Rumus

Jika proyek feasible karena IRR > MARR

                                                NPV > 0

Dan jika tidak feasible karena IRR < MARR

                                                NPV < 0

 

c.       Contoh Kasus dan Jawabannya

Contoh :
Fixed Cost suatu toko lampu : Rp.200,000,-
Variable cost    Rp.5,000 / unit
Harga jual   Rp. 10,000 / unit

Penyelesaiannya

Maka BEP per unitnya adalah

                                                       = 40 Units

Artinya perusahaan perlu menjual 40 unit lampu agar terjadi break even point. Pada pejualan unit ke 41, maka took itu mulai memperoleh keuntungan

 

 

 

Analisis Sensitivitas

 

a.       Pengertian

Analisis sensivitas merupakan analisis yang dilakukan untuk mengetahui akibat dari perubahan parameter-parameter produksi terhadap perubahan kinerja system produksi dalam menghasilkan keuntungan. Dengan melakukan analisis sentivitas maka akibat yang mungkin terjadi dari perubahan-perubahan tersebut dapat diketahui dan diantisifikasi sebelumnya.

Contoh :

§  Perubahan biaya produksi dapat mempengaruhi tingkat kelayakan. Alasan dilakukannya analisis sentivitas adalah untuk mengantisipasi adanya perubahan-perubahan berikut :

§  Adanya cost overrn, yaitu kenaikan biaya-biaya, seperti biaya konstruksi, biaya bahan baku, produksi, dsb.

§  Penurunan produktivitas

§  Mundurnya jadwal pelaksanaan proyek

Tujuan Analisis Sensitivitas : Menilai apa yang terjadi dengan hasil analisis kelayakan suatu kegiatan investasi atau bisnis apabila terjadi perubahan di dalam perhitungan biaya atau manfaat

§  Analisis kelayakan suatu usaha ataupun bisnis perhitungan umumnya di dasarkan pada proyeksi-proyeksi yang mengandung ketidakpastian tentang apa yang akan terjadi di waktu yang akan datang 

§  Analisis pasca criteria investasi yang digunakan untuk melihat apa yang akan terjadi dengan kondisi ekonomi dan hasil analisisbisnis jika terjadi perubahan atau ketidaktepatan dalam perhitungan biaya atau manfaat 

 

b.      Rumus

 

Harga komoditas (product price) akan berpengaruh terhadap revenue recovery dari Au, Ag, Pt, Pd,Se dan slag Pb.

Product price baru = Product price awal + Product price awal x sensitivitas Product price

Misalnya untuk Au dengan sensitivitas product price sebesar 10% dan -10%;

 

Untuk level sensitivitas 10 %:

            Product price Au = 727.5 USD/oz + 727.5 USD/oz x 10% = 800.25 USD/oz 

Untuk level sensitivitas -10 %:

            Product price Au = 727.5 USD/oz – 727.5 USD/oz x 10% = 654.75 USD/oz

 

 

 

c.       Contoh Kasus dan Jawabannya

Table analisis penggilingan padi (dalam ribu Rp)

Tahun

C

B

B – C

DF 15%

NPV 15%

DF 30%

NPV 30%

DF 50%

NPV 50%

0

5000

0

-5000

1

-5000

1

-5000

1

-5000

1

3000

4000

1000

0.87

870

0.769

769

0.667

667

2

2500

4000

1500

0.756

1134

0.592

888

0.444

666

3

2500

5000

2500

0.658

1645

0.455

1137.5

0.296

740

4

2000

5000

3000

0.572

1716

0.35

1050

0.198

594

5

2000

5000

3000

0.497

1491

0.269

807

0.132

396

6

2000

5000

3000

0.432

1296

0.207

621

0.088

264

7

2000

5000

3000

0.376

1128

0.159

477

0.059

177

8

2000

7000

5000

0.327

1635

0.123

615

0.039

195

       

NPV=

5915

 

1364.5

 

-1301

Hasil analisis :

NPV (pada tingkat discount rate 15% per tahun ) = Rp 5915

 

 =  2.183

 = 40.24 %

 

 

BAB 5

DEPRESIASI

 

Beberapa pengertian dari depresiasi adalah sebagai berikut:

  1. Penurunan nilai tukar mata uang terhadap mata uang asing yang terjadi di pasar uang.
  2. Proses pengalokasian harga perolehan aktiva tetap menjadi biaya selama masa manfaatnya dengan cara rasional dan sistematis, pengalokasian harga perolehan diperlukan agar dapat dilakukan penandingan yang tepat antara pendapatan dengan biaya, sebagaimana diminta oleh prinsip penandingan.
  3. Melemahnya nilai tukar suatu mata uang terhadap mata uang tertentu lainnya, secara bertahap.
  4.  Ketika krisis keuangan melanda seluruh dunia, banyak orang kaya yang kekayaannya menyusut akibat saham, dari milioner menjadi jutawan. Namun, dari negara yang mata uangnya mengalami depresiasi besar, pecahan mata uangnya juga sangat besar, dengan adanya depresiasi mata uangnya, kekayaan milioner yang kaya menjadi “meningkat”.

Depresiasi dalam akuntansi biasa disebut juga sebagai penyusutan. Penyusutan adalah proses penyisihan sejumlah uang (biaya) atas harta/aset yang dipakai untuk menghasilkan pendapatan, atau bisa di artikan sebagai sejumlah biaya yang dikumpulkan dalam periode tertentu terhadap harta/aset yang dipakai dalam proses untuk mendapatkan pendapatan, akan tetapi ini bukan berarti pengumpulan sejumlah dana untuk mengganti aset.

 

Sedikit ilustrasi tentang depresiasi/penyusutan, seorang pedagang tahu goreng yang berjualan tiap hari dia memperoleh laba Rp. 20.000,- berikut adalah teknik perhitungan yang dipakai oleh si pedagang untuk menghitung laba atau keuntungan tiap hari : harga jual 1 biji tahu goreng Rp 1000,- tiap hari dia berhasil menjual tahu ± 100 buah, laba kotor diperoleh dengan rumus 1000 x 100 = Rp.100.000. (harga tahu x jumlah tahu terjual = laba kotor) berikut ini adalah cara untuk mengitung laba bersih, laba bersih = laba kotor – (harga beli tahu mentah + minyak goring + bahan bakar untuk kompor), maka Rp.100.000 – (Rp.40.000 + Rp.20.000 + Rp.20.000) = Rp. 20.000, jadi laba bersih yang diperoleh penjual tahu goreng tersebut adalah Rp.20.000, bagaimana dengan peralatan atau aset yang digunakan untuk memproduksi tahu seperti wajan dan kompor? Bukankah barang tersebut suatu saat akan rusak juga? Dan tiap kali digunakan wajan dan kompor tersebut mengalami penurunan nilai dengan kata lain wajan dan kompor tersebut mengalami kerusakan sedikit demi sedikit hingga suatu saat tidak bisa dipakai lagi, dan sang penjual tahu harus membelinya lagi, seharusnya sang penjual tahu juga memasukkan biaya berkurangnya wajan dan kompor, biaya yang dikeluarkan untuk mengganti nilai berkurangnya wajan dan kompor inilah yang disebut sebagai biaya depresiasi atau biaya penyusutan, dengan begitu maka formula yang dipakai untuk menghitung laba bersih penjual tahu akan menjadi seperti ini, pendapatan kotor – (harga beli tahu mentah + minyak goreng + bahan bakar kompor + biaya penyusutan wajan & kompor) = laba bersih, maka Rp.100.000 – (Rp.40.000+Rp.20.000+Rp.20.000+Rp.250) = Rp.19.750. jadi laba bersih setelah dikurangi dengan biaya penyusutan menjadi Rp.19.750.

Cara untuk menentukan besarnya biaya penyusutan atau biaya depresiasi ada beberapa metode karena contoh diatas perusahaan kecil menengah maka bisa menggunakan penyusutan garis lurus yaitu dengan menentukan berapa tahun wajan dan kompor tersebut dapat digunakan, berapa nilai sisa atau nilai residu dan harga beli dari kedua barang tersebut, misalkan wajan tersebut dapat dipakai sekitar 3 tahun, nilai sisa nya Rp.30.000, dan harga belinya Rp.300.000. maka biaya penyusutan = (harga beli – taksiran nilai sisa) ÷ taksiran umur kegunaan, dengan menggunakan rumus diatas dapat ditentukan nilai penyusutan untuk wajan dan kompor adalah (Rp.300.000 – Rp.30.000) ÷ 3 = Rp. 90.000, jika penjual tahu menghitung penghasilannya perhari maka Rp.90.000:12 (bulan ) = Rp.7.500:30(hari)=Rp.250, jadi biaya penyusutan perhari kompor dan wajan Rp.250 sehingga pada akhir tahun ketiga wajan dan kompor tersebut sudah habis masa pakainya akan tetapi si penjual tahu mempunyai uang Rp.300.000 ini merupakan total biaya penyusutan yang telah dikumpulkan selama 3 tahun, akan tetapi biaya penyusutan tidak dapat diartikan sebagai pengumpulan sejumlah dana untuk mengganti aset/aktiva/barang lama dengan aset yang baru, uang Rp.300.000 yang dipegang oleh si penjual tahu merupakan jumlah total biaya penyusutan (akumulasi biaya penyusutan) selama 3 tahun. bukan uang yang dikumpulkan selama 3 tahun untuk membeli wajan dan kompor baru.

 

UMUR EKONOMIS

Pengertian

Umur ekonomis adaah Depresiasi atau penyusutan dalam akuntansi adalah penyebaran biaya asal suatu aktiva tetap (bangunan, alat, komputer, dll) selama umur perkiraannya. Penerapan depresiasi akan mempengaruhi laporan keuangan, termasuk penghasilan kena pajak suatu perusahaan. Metode yang paling mudah dan paling sering digunakan untuk menghitung penyusutan adalah metode penyusutan garis lurus (straight-line depreciation). Tapi selain itu, ada pula metode penghitungan lain yang bisa juga digunakan, seperti metode penyusutan dipercepat, penyusutan jumlah angka tahun, dan saldo menurun ganda.

Kali ini kita akan lebih membahas apa itu arti dan kegunaan umur ekonomis dalam dunia bidang ekonomi dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.

Umur ekonomi menurut kegunaannya dibagi menjadi dua jenis, yaitu

 Umur ekonomi aset baru

Umur ekonomi aset akan meminimasi ekuivalen biaya tahunan seragam (equivalent uniform annual cost – EUAC) kepemilikan dan pengoperasian aset. Sangat penting untuk mengetahui umur ekonomi aset baru (penantang) berdasarkan prinsip bahwa aset baru dan aset lama harus dibandingkan berdasarkan umur ekonomi (optimum) mereka.

MENENTUKAN UMUR EKONOMI ASET BARU (PENANTANG)

Sangat penting mengetahui umur ekonomi, EUAC minimum dan total biaya tahun demi tahun atau biaya tambahan untuk aset baru maupun aset lama sehingga keduanya dapat dibandingkan berdasarkan evaluasi terhadap umur ekonomi dan biaya yang paling hemat keduanya.Untuk sebuah aset baru, umur ekonominya dapat dihitung jika investasi modal,biaya tahunan dan nilai pasar per tahun diketahui atau dapat diestimasi.

Analisis sebelum pajak

PWk (i%) = I – MVk (P/F,i%,k) + SEj (P/F,i%,j)

TCk (i%) = MVk-1 – MVk + iMVk-1 + Ek

Contoh

Sebuah truk forklift baru akan memerlukan investasi sebesar $20.000 dan diharapkan memiliki nilai pasar akhir tahun serta biaya tahunan seperti diperlihatkan pada tabel dibawah ini. Jika MARR sebelum pajak adalah 10% per tahun, berapa lama aset tersebut harus dipertahankan kegunaannya?

 

 

 

Jawab :

Penentuan umur ekonomi N sebelum pajak aset baru :

(1)Akhir tahun,k

Biaya penggunaan pada tahun, k

EUAC tahun k

(2)MV, akhir tahun, k

(3)Penyusutan aktual selama tahun, k

(4)Biaya modal = 10% dari MV awal tahun

(5)Biaya tahunan (Ek)

(6) = (3)+(4)+(5)Total biaya (marginal) tahun k (TCk)

(7)EUACk=[STCj(P/F,10%,j)](A/P,10%,k)

0

$20.000

1

15.000

$5.000=20.000-15.000

$2.000= 20.000×0,1

$2.000

$9.000

$9.000

2

11.250

3.750=15.000-11.250

1.500= 15.000×0,1

3.000

8.250

8.643

3

8.500

2.750=11.250-8500

1.125=11.250×0,1

4.620

8.495

8.600® EUAC minimum (N*=3)

4

6.500

2.000=8500-6500

850=8500×0,1

8.000

10.850

9.082

5

4.750

1.750=6500-4750

650=6.500×0,1

12.000

14.400

9.965

Asumsi : semua arus kas terjadi pada setiap akhir tahun.

Kolom 3 : Penyusutan aktual untuk setiap tahun adalah perbedaan antara nilai pasar awal dan akhir tahun. Penyusutan untuk masalah ini tidak dihitung berdasarkan metode formal namun didasarkan pada hasil kekuatan ekspektasi pasar.

Kolom 4 : Opportunity cost modal pada tahun k adalah 10% dari modal yang tidak direcover (diinvestasikan dalam aset) pada awal masing-masing tahun.

Kolom 7 : Equivalent uniform annual cost (EUAC) yang akan timbul setiap tahun jika aset tersebut dipertahankan penggunaannya sampai tahun k, dan selanjutnya digantikan pada akhir tahun. EUAC minimum terjadi pada akhir tahun N*. ® Pada aset disini memiliki EUAC minimum jika dipertahankan kegunaannya hanya selama tiga tahun (yaitu N*=3).

EUAC2 (10%)= $20.000(A/P,10%,2)-$11.250(A/F,10%,2) + [$2.000(P/F,10%,1)

+ $3.000(P/F,10%,2)](A/P,10%,2)

= $8.643

 


 

BAB 6

Alasan replacement

     Pengertian

 

                  Metode Analisis Penggantian Alat {Replacement Analysis) adalah salah satu metode ekonomi yang digunakan untuk menganalisis umur ekonomis sebuah peralatan selama umur guna peralatan tersebut. Parameter-parameter yang dipertimbangkan dalam analisis penggantian peralatan adalah biaya investasi, biaya penyusutan, biaya pemeliharaan, biaya pengoperasian, nilai sisa dengan mempertimbangkan nilai uang terhadap waktu. Studi ekonomi tentang replacement pada dasarnya sama dengan metoda pembanding alternatif, tujuannya adalah untuk menentukan kapan suatu alat harus diganti dengan alat lain yang baru.

 

Alasan replacement :

§  Kapasitas alat tidak sesuai dengan demand ( misal demand besar, kapasitansi kecil. )

§  Alat yang ada sudah aus dan tidak dapat dipakai lagi ( baik karena pemakaian normal maupun rusak. )

§  Absolence baik fungsional maupun ekonomi sehingga profit menurun.

Analisa replacement digunakan pada  kondisi :

§  Perfomance menurun

§  Perubahan kebutuhan

§  Ketinggalan jaman

b.      Rumus

Annual cost defender AD = nilai pemasukan – pengeluaran ( A/F,10%,3 )

Annual cos challenger AC = annual operating cost + ( nilai pemasukan – pengeluaran )  (A/P,10%,10) – salvage value ( A/F,10%,10)

Jika AD > AC di sarankan untuk membeli suatu yang baru atau memilih yang challenger, tapi jika AD<AC maka pilihlah defender seminimum mungkin

 

c.       Contoh Kasus dan Jawabannya

Contoh :

Tiga tahun yang lalu di beli sebuah truk sebagai berikut :

Harga pembelian                                                         $12000

Umur diperkirakan                                                      8tahun

Nilai jual akhir                                                             $1600

Biaya operasi tahunan                                                 $3000

Nilai buku saat ini                                                       $8100

Challenger

Ditawarkan seharga                                                    $11000,

 truk lama bisa ditukar-tambahkan dengan diberi       $7500

Umur challengger                                                       10tahun

Nilai jual akhir                                                             $2000

Biaya operasi tahunan                                                 $1800

                       

 

 

                        Bila ditinjau kembali/disesuaikan, truk lama diperkirakan hanya akan bertahan 3tahun lagi dengan perkiraan nilai jual akhir $2000, biaya operasi tahunan sebesar $3000

Data untuk studi perbandingan :

                                                            Defender                     Challenger

Present value                                       $7500                          $11000

Annual operating cost                         $3000                          $1800

Salvage value                                      $2000                          $2000

Umur                                                   3tahun                         10tahun

 

Biaya yang hilang sebesar :

$8100 – $7500 = $600, yang tidak diikutkan dalam analisa. Juga harga pembelian sebesar $12000 tidak lagi relecan.Bagaimana keputusannya bila suku bunga yang berlaku saat ini adalah 10% ?

 

Jawabannya

Dengan cara annual worth yaitu :

Annual cost defender :

AD = $3000 – $2000 ( A/F,10%,3 )

      = $2395,77

Annual cost challenger

AC = $1800 + ( $11000 – $7500 ) ( A/P,10%,10) – $2000 ( A/F,10%,10)

      = $2244,12

AD > AC ( pengeluaran )

Pilih challenger atau ganti dengan mesin yang baru

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s